Uncategorized

Diskusi Keluarga Bisa Dilakukan dengan Pembicaraan yang Sederhana

Tidak dapat dipungkiri bahwa memang dari zaman ke zaman, masih ada bahkan mungkin masih banyak keluarga yang belum saling terbuka pendapatnya dengan antar anggota keluarga. Entah antara ayah dengan ibu, ataupun antara orang tua dengan anak, atau antara anak dengan anak.

Kemudian masih merasa bahwa banyak hal yang tidak dapat dibicarakan dengan sesama anggota keluarga, yang pada akhirnya justru memicu munculnya masalah di dalam keluarga dan kemudian bisa berujung pada perdebatan yang tidak seharusnya terjadi.

Hal yang seperti ini jelas haruslah dapat dihindari untuk bisa meraih wujud keluarga yang bahagia. Diskusi keluarga adalah salah satu cara yang ciamik untuk dapat menghindari konflik di dalam keluarga, menghindari persoalan saling menutupi antar anggota keluarga.

Membangun Diskusi Keluarga yang Harmonis

diskusi keluarga

Jangan dikira bahwa diskusi haruslah membuat sebuah forum yang formal sehingga terkesan mengikat. Tidaklah seperti itu, diskusi keluarga dapat dibangun begitu baik dengan pembahasan hal-hal kecil yang begitu sederhana. Sajikan Teh SariWangi hangat untuk semua anggota keluarga agar suasana diskusi semakin menyenangkan dengan kehangatan dan harumnya aroma dari secangkir Teh SariWangi.

Nah, menyoal tentang pembahasan yang sederhana, bisa contohnya seperti membahas tentang kebiasaan-kebiasaan orang di rumah. Bisa dengan mengulik kebiasaan yang berbau lucu, misalkan saja kebiasaan adik yang suka pinjam barang-barang kakak, atau kebiasaan ibu yang sering lupa menyertakan garam dalam masakan, atau yang lainnya.

Baca Juga : Mengintip Penampakan Mobil MPV DFSK yang Berasal dari China

Ada baiknya lagi kalau masing-masing anggota keluarga saling curhat soal kebiasaan diri sendiri, entah kebiasaan di rumah, kebiasaan di sekolah, atau cerita pengalaman ayah di kantor. Kebiasaan curhat dalam diskusi keluarga dengan menyampaikan pembahasan yang sederhana ini kemudian akan dapat jadi sebuah kebiasaan untuk juga menyampaikan masalah yang kemudian dapat dipecahkan secara bersama-sama dalam keluarga. Dengan begitu masalah pribadi tidak lantas jadi beban sendiri.

diskusi keluarga

Diskusi keluarga juga dapat diisi dengan pembahasan mengenai pembagian tugas rumah. Ingat, sekalipun ibu bukan seorang wanita karir, harus dipahami bahwa tugas rumah bukanlah semua tanggung jawab ibu, melainkan tanggung jawab bersama. Ibu bisa menjadi motornya, pengendali dari berbagai pekerjaan di dalam rumah, dapat memberikan contoh seperti apa tugas-tugas rumah yang seharusnya dikerjakan oleh anak-anak ataupun yang perlu dikerjakan oleh ayah. Jadikan ini sebagai pembahasan di di dalam diskusi keluarga. Pembahasan yang sangat ringan tapi akan dapat mengakrabkan.

Contohnya saja menceritakan kalau kakak cuci piring sering kali tidak membereskan wastafel sampai bersih, atau adik kalau membereskan kamarnya kurang rapi. Hal-hal yang sekiranya perlu pemahaman, disini peran orang tua kepada anak adalah memberikan pemahaman lewat adanya kesempatan dalam diskusi keluarga itu. Kesempatan diskusi keluarga ini haruslah dapat dibangun dengan baik untuk mewujudkan kebahagiaan di dalam keluarga. Jangan sampai kesibukan menjadi sebuah kendala besar yang sampai membelakangkan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dalam sekedar ngobrol santai.